

KLIK, MEMPAWAH – Seorang satuan pengamanan (Satpam) PT Unicoco diduga dikeroyok oleh sekelompok warga, di depan area perusahaan PT Unicoco yang berada di Desa Mendalok, Kecamatan
Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Seorang anggota Satpam, diketahui bernama Ahmadi yang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit dr Rubini Mempawah.
Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Lodrick membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula dari keluhan warga terkait aktivitas angkutan penimbunan tanah urug milik PT Unicoco yang menimbulkan debu, serta kemacetan panjang di ruas jalan sekitar lokasi perusahaan.
Warga yang merasa terganggu kemudian mendatangi kantor PT Unicoco untuk menyampaikan keluhan. Namun, setibanya di lokasi, terjadi perdebatan antara warga dengan petugas keamanan perusahaan. di area pintu masuk, pos penjagaan PT Unicoco yang berlokasi di Desa Mendalok.
Situasi yang semakin memanas memicu emosi warga hingga berujung pada aksi pengeroyokan. Namun ada juga warga yang terkena pemukulan.
“Usai mendapat laporan adanya kejadian tersebut, personel Polsek Sungai Kunyit segera turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan situasi serta melakukan upaya penggalangan guna mencegah konflik meluas,”tegasnya.
Menurutnya, korban saat ini tengah menjalani perawatan medis sekaligus visum di RS dr Rubini Mempawah. Sementara itu, kondisi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan tidak terdapat kerumunan massa.
Pihak kepolisian menilai insiden ini berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengingat keberadaan perusahaan yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Selain itu, muncul dugaan adanya ketidakharmonisan komunikasi antara oknum pengamanan perusahaan dengan masyarakat sekitar, yang mempercepat eskalasi konflik dari persoalan kecil menjadi tindakan kekerasan.
Untuk mencegah kejadian serupa, Polsek Sungai Kunyit telah mengambil sejumlah langkah, di antaranya melakukan pengamanan di lokasi, mengajak tokoh masyarakat dan pemuda untuk meredam situasi, serta berkoordinasi dengan manajemen perusahaan.
“ Ke depan, kita merekomendasikan agar segera dilakukan mediasi antara pihak perusahaan, perwakilan warga, dan aparat kepolisian guna mencari solusi bersama,”katanya.
Selain itu, patroli dialogis juga akan ditingkatkan di area sekitar perusahaan, khususnya pada jam-jam rawan.
“Terkait kasus ini, sudah di tangani langsung polres Mempawah,” paparnya.(RZ).














No Response